Skenario
Naskah Film
Babak 1
Di suatu pagi menjelang siang, tepatnya ketika mastahari
di penghujung galah. Dyah gelisah dan termenung sambil meredam jengkel di dalam
hatinya karena ke tujuh sahabat yang sudah sepakat akan kumpul-kumpul di rumah
Dyah hari ini tidak kunjung datang.
Scene 1, di rumah dyah, pagi
menuju siang, start musik
Kamera sorot pintu kamar Dyah, Dyah keluar dari
kamar.
Cut to..
Scene 2, Di rumah Dyah, pagi
menuju siang
Kamera move to pintu rumah dyah, Dyah keluar dari rumah
sambil memegang handphone
Cut to...
Scene 3, Di rumah Dyah, pagi
menuju siang
Kamera sorot dari samping kiri menuju ke Dyah, Dyah duduk
di depan rumah sambil berkata” Mana sish ni anak-anak, udah jam segini kok
belum datang juga, heran masih pada ngapain”
Cut to...
Scene 4, Di rumah Dyah, pagi menuju siang matahari sudah
mulai panas
Kamera sorot pagar rumah Dyah, Dyah berdiri dari duduknya
lalu berjalan menuju pagar rumah sambil menegok ke arah kanan melihat
jalan(mengecek teman-temannya apakah sudah ada tanda kedatangan).
Cut to....
Scene 5, Di depan rumah Dyah,
siang hari
Kamera sorot halaman rumah Dyah dari sisi kiri. Kevin,
Jessyca, Arina, Ade, Novy datang dan parkir motor.
Cut to....
Scene 6, Di teras rumah Dyah,
Siang hari
Kamera sorot dari depan dyah menuju Kevin dan kawan-kawan
(sebagai pandangan dari Dyah ke teman-temanya). Kevin dkk “Assalamu’alaikum”.
Dyah menjawab”Wa’alaikumsalam, kalian kemana aja sih, ini udah jam berapa,
kenapa jam segini baru pada dateng?”
Cut to....
Scene 7, Di teras rumah Dyah.
Siang hari
Kamera sorot kevin dkk dari arah depan. Jessyca menjawab”
Iya nih, si Ade tadi bangunnya kesiangan padahal dari pagi udah di
telfon-telfon”. Ade menjawab” Yeee enggak, aku udah bangun dari tadi, Arina tu
lama. Kevin bicara” Aku gak ikut-ikut lho ya”.
Cut to...
Scene 8. Di teras rumah Dyah.
Siang hari
Kamera sorot dari arah kiri rumah ke Dyah dkk yang sedang
mulai duduk di teras rumah Dyah (semuanya berbincang-bincang tentang rencana
jalan-jalan bareng muter-muter semarang).
Cut to....
Scene 9. Di teras rumah Dyah.
Siang menuju sore
Kamera sorot ke arah halaman
rumah Dyah. Eriska dan Banu datang.
Cut to...
Scene 10. Di teras rumah Dyah.
Siang menuju sore
Kamera sorot Banu dan Eriska.
Banu+Eriska” Assalamu’alaikum”
Cut to...
Scene 11. Di teras rumah Dyah.
Siang menuju sore
Kamera sorot wajah Jessyca. Semuanya” Walaikumsalam”.
Jessyca” Eh, ini udah jam berapa?kenapa kalian baru dateng?”.
Cut to...
Scene 12. Di teras rumah Dyah.
Siang menuju sore
Kamera sorot wajah Eriska dan Banu. Eriska+Banu”
maaf-maaf tadi tu macet”.
Cut to...
Scene 13. Di teras rumah Dyah.
Siang menuju sore
Kamera sorot Dyah dan semuanya. (Semuanya
berbincang-bincang dan bercanda-canda dan merencanakan jalan-jalan semarang
kembali).
Cut to...
Scene 14.Di teras rumah Dyah.
Sore
Kamera sorot Dyah dkk. Kevin
dkk berpamitan.
Cut to....
Babak 2
Keesokan harinya, ke enam sahabat berkkumpul dan
berangkat untuk jalan-jalan memutari Semarang. Banu dan Novy belum ada karena
Banu masih menjemput Novy kerumahnya. Sahabat-sahabat yang lainnya sudah sampai
di Lawang Sewu.
Scene 15. Di depan Lawang Sewu.
Pagi hari
Kamera sorot ke arah ke enam sahabat dari depan. Keenam
sahabat berjalan dari arah barat ke timur. Keenam sahabat berbincang-bincang
dan bercanda gurau.
Cut to....
Scene 16. Di depan Lawang Sewu.
Pagi hari
Kamera sorot tampak jessyca berbincang “ banu mana ya?
Kok jam segini blum dateng, padahal kan janjian kita jam 7”
Kamera sorot tampak Dyah “ kan
Banu lagi jemput novy”
Kamera sorot kevin “ lho kok,
ngak aku aja????”
Kamera sorot Ade “ kanapa harus
kamu? Banu kan bisa....”
Kamera sorot
tampak ke enam sahabat memandang kevin dan mereka bilang “ hayo knapa
vin? Ada masalah ya”
Kamera sorot Kevin “ nggak kok, nggak kenapa-napa. Yaudah
ayo kita lanjut jalan jalanya”
Keenam sahabat lanjut berjalan jalan menuju bangunan
bersejarah di kota Semarang.
Babak 3
Siang hari mereka sampai di bangunan yang bernama Gereja
Blenduk Tempatnya di Kota Semarang ( merupakan bangunan bersejarah di Kota
Semarang ).
Kamera Sorot kedatangan keenam sahabat yang baru turun
dari kendaraan mereka langasung menuju ke taman yang berada didepan Gereja
Blenduk.
Kamera sorot mereka berjalan
Kamera sorot Kevin ( Kevin
berjalan dengan pandangan kosong )
Kamera sorot ke enam sahabat ketika itu pula Kevin
Terjatuh dari jalannya dan menabrak batas taman.
Kamera sorot Kevin ( yang terjatuh ) dan keenam sahabat
sedang melihat Kevin
Kamera sorot keenam sahabat dan mengahampiri Kevin dan
bergerombol disekitar Kevin.
Kamera sorot wajah keanam sahabat yang tersentak kaget
karena melihat kevin jatuh.
Kamera sorot Jessyca “knapa
vin??”
Kamera sorot Eriska “ nggak
papa kan vin?”
Kamera sorot Dyah “ kamu
mikirin Novy ya vin? Kok ajtuh”
Kamera sorot Kevin “ nggak papa
kok , ayo kita lanjut”
Babak 4
Kesorean harinya keenam sahabat menuju kerumah novy,
mereka bertemu dengan Bapaknya yang bernama Zulkarnain ( sedang membaca koran
dipinggir kolam).
Kamera sorot rumah dan bapaknya Novy, disambung dengan
kedatangan keenam sahabat menghampiri bapak Zulkarnain.
Kamera sorot Jessyca &
Eriska “selamat sore om?”
Kamera sorot Bapak Zulkarnain “iya, sore. Ada apa ya dek?
Kok rame-rame datang kesini?”
( keenam sahabat sambil mencium
tangan bapak Zulkarnain )
Kamera sorot Jessyca “ kami
kesini untuk mencari Novy, pak”
Kamera sorot Dyah “ iya pak,
kami kesini mau bertemu Novy”
Kamera sorot Bapak Zulkarnain “ Novy nya sedang tidak ada
dirumah, dia sekarang berada diJepara. Kemungkinan besok baru balik kerumah”
Kamera sorot wajah ke enam sahabat” oh, gitu ya om., Ya
udah om kalau gitu kita semua pamit dulu ya om, terimakasih”
Kamera sorot keenam sahabat pergi ( mereka berhenti dan
berbincang-bincang)
Kamera sorot Jessyca “kok novy
gitu sih!!!”
Kamera sorot Dyah “ iya ya kan kita udah janjian kok dia
ninggalin kita”
Kamera sorot Eriska “novy buat kita nggak senang aja,
jadi buat kesel aja”
Kamera sorot kevin “ udah lah
dia kan teman kita”
Kamera sorot Banu “ apa maksudmu cuma bilang sudah lah,
kan dia udah ingkar janji”
Kamera sorot Ade “ udah –udah , knapa kalian jadi
berantem. Mending kita besok berangkat nyusul novy, buat memastikan dia ada di
Jepara Sekalian kita jalan -jalan”
Kamera sorot Kevin “ya udah
besok kita berangkat
Ending
Keesokan harinya sampailah mereka di Jepara, Mereka
sampai Pantai Kartini, lalu menyebrang ke Pulau Karimun Jawa untuk menemui Novy.
Tetapi Eriska dan Ade tidak dapat ikut karena mereka sakit.
Kamera sorot kelima sahabat. Kelima sahabat menyebrangi
laut menggunakan kapal untuk menuju pulau.
Kamera sorot Pulau Karimun Jawa, lalu sorot ke lima
sahabat. Sampailah di Pulau Karimun Jawa.
Kamera sorot kelima sahabat. Kelima sahabart
berjalan-jalan memutari pulau untuk mencari Novy.
Kamera sorot Jessyca”Itu kan
Novy!”
Kamera sorot Dyah dan Arina”Oh,
iya itu Novy”
Kamera sorot Kevin” Ayoo, kita
samperin dia!”
Kamera sorot Dyah, Arina, dan Jessy” Novvvvv....???”
Kamera sorot Novy ( Novy pasang
wajah sedih dan cuek)
Kamera sorot Arina” Nov, kok kamu sendiri, mana temenmu?
Katanya kamu kesini sama temenmu?”
Kamera sorot Novy” sudahlah, aku lagi pengen sendiri
disini, aku lagi ada maslah”
Kamera sorot Jessyca” Ih, kok kamu gitu sih Nov, kita
jauh-jauh kesini tu Cuma buat nyaperin kamu, yaudahlah aku pulang aja”
Kamera sorot Kevin” Dah lah Jes, jangan marah-marah, kita
kan udah ketemu Novy disini, mending kita jalan-jalan sekalian disini.
Kamera sorot Jessyca” Alaaah, Modus!!!!” sambil menceburkan
Kevin Ke laut. Jessyca lari untuk meninggalkan Novy.
Kamera sorot Arina dan Dyah(
Lari mengejar Jessyca)
Kamera sorot Banu( mencoba
menolong Kevin yang tercebur di laut.
Kamera sorot Novy ( Novy lari
meninggalkan Kevin)
Kamera sorot Kevin ( Lari mengejar Novy” sambil
berteriak” Nov, Aku tu Cinta Sama Kamu”
Kamera sorot Novy” Udahlah Vin,
Aku gag bisa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar